Sunday, February 12, 2012

Cerita Kenapa Wanita Menangis…

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya “Mengapa ibu menangis?” “Kerana aku seorang wanita”, kata sang ibu kepadanya. “Aku tidak mengerti”, kata anak itu. Ibunya hanya memeluknya dan berkata, “Dan kau tak akan pernah mengerti”

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, “Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?” “Semua wanita menangis tanpa alasan”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya. Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, “Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis? ” Allah berfirman: “Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan “

“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya ” “Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh “

“Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya ” “Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya “

“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu” “Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan dan ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.”

“Kau tahu? Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.” “Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya.. Tempat dimana CINTA itu ada

Saturday, February 11, 2012

A Thousand Years

Hmm, agak lama aku tak menaip di sini... Hmm, minggu depan aku nak balik LA, dia sedar tak minggu depan kitorang cukup 8 bulan bersama dan 9 bulan mengenali masing-masing. Rasa dia perasan kot. Tak banyak bende aku nak cakap. Aku perasan, aku sedar. Aku tak boleh janjikan apa-apa.. Aku berpegang teguh kepada prinsip di mana, ajal maut, jodoh pertemuan di tangan tuhan.. Tapi, sejak apa yang berlaku ketika seminggu aku di rumahnya, mengajar aku bahawa kadang-kadang kita boleh berusaha menentukan takdir kita.. Dia mengajar aku erti disayangi, dia mengajar aku betapa pentingnya untuk berjaya dalam hidup ini. Hmm, ye aku akui aku ni mudah rasa cemburu. Ahaha kadang-kadang memang cemburu buta pun. Aku dah cuba buang tabiat ni, tapi memang tak boleh. Sorry if this tabiat annoys you. I know you love me :) hik hik perasan japs. Hmm, tapi seriously, memang ada part of my heart yang masih fikir yang bukan-bukan. Please don't ask me what is the bukan-bukan sebab while typing this I'm assuming you know everything. Almost a year aye? I appreciate every single thing, every drop of your sweat. Ahahah, I'm serious, not kidding. I know this relationship, agak berat, since mum and dad doesn't like it. Hmm, sayang, are you sure with your promise not leaving me? Hmm, I don't have doubt pun, cuma tetiba terasa nak tanya. Hey, I love you old man :) I'll see you soon :*